Berada Ditempat Strategis, Sunggono Berharap Ibukota Baru di Bukit Soeharto
Oleh Admin1 menit baca4.484 dibaca

TENGGARONG, Terkait rencana pemerintah pusat untuk memindahkan
ibukota baru ke Kalimantan Timur yang salah satunya ke kawasan Bukit Soeharto,
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono ikut angkat bicara.
Karena berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh beberapa tim yang sempat difasilitasi Kabupaten Kutai Kartanegara, lokasi untuk ibukota yang baru memang mengarah ke kawasan Bukit Soeharto.
Alasannya karena kawasan Bukit Soeharto merupakan lahan terbuka milik pemerintah, yang apabila digunakan untuk kepentingan pemerintah tidak sulit untuk direalisasikan.
"Nanti kita tidak perlu banyak biaya lagi untuk pembebasan lahan," kata Sunggono pada awak media, Jumat (2/8/2019).
Selanjutnya, menurut Sunggono letak geografis Bukit Soeharto sangat strategis dan berada diantara dua Bandara di Samarinda dan Balikpapan, dekat menuju ke akses pelabuhan serta akses ke jembatan Pulau Balang yang nantinya akan menghubungkan beberapa provinsi di Kalimantan.
Tidak hanya itu, tingkat struktur tanah di Bukit Soeharto yang cukup bagus. Sehingga dari sisi geografis maupun sosialogis cocok untuk dipilih sebagai wilayah ibukota baru negara. Karena jika nantinya terpilih sebagai wilayah baru ibukota, harapannya akan banyak manfaat yang diterima serta percepatan pembangunan akan lebih banyak didorong.
Sunggono juga menanbahkan berdasarkan informasi dari Asisten 1 selaku perwakilan Kabupaten Kukar yang mengikuti rapat di provinsi, pemerintah pusat saat ini membutuhkan data-data terkait ideologi politik ekonomi sosial budaya pertahanan dan keamanan (ipoleksosbudhankam) jika Kabupaten Kukar nantinya terpilih sebagai ibukota baru.
"Alhamdulillah sebenarnya dari informasi yang sampai, kita hampir tidak ada masalah sama sekali," tutup Sunggono.pii/poskotakaltimnews.com



