Disdikbud Kukar Dorong Kunjungan Pelajar ke Situs Cagar Budaya Lokal
Oleh Admin2 menit baca1.229 dibaca

Pamong Budaya Ahli Muda, Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kukar, M. Saidar
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman mendorong peningkatan pemahaman pelajar terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya lokal.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat identitas generasi muda melalui pendekatan langsung ke situs-situs bersejarah di Kukar.
Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Kukar, M. Saidar, menyampaikan bahwa pelajar sebaiknya tidak hanya mengenal budaya melalui teori di kelas, tetapi juga perlu diajak secara langsung mengunjungi objek-objek cagar budaya yang tersebar di Kukar.
“Banyak situs bersejarah yang perlu diketahui oleh anak-anak ini, namun saya belum melihat program-program sekolah yang mengajak siswa untuk berkunjung ke situs-situs sejarah,” ujar Saidar, pada Selasa (24/6/2025).
Beberapa contoh situs yang disarankan untuk dikunjungi di antaranya Makam Kesultanan, Taman Titik Nol, dan Tugu Persatuan, yang memiliki nilai historis tinggi dan berperan penting dalam perjalanan budaya masyarakat Kukar.
“Itu sangat penting, agar mereka tidak hanya tahu informasi dari dunia luar, tapi juga tentang peninggalan sejarah yang ada di sekitar mereka,” katanya.
Menurut Saidar, kunjungan ke situs cagar budaya tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga memperkuat keterikatan emosional dengan tanah kelahiran dan warisan leluhur.
Ia menilai keterlibatan guru dan pihak sekolah sangat penting dalam mewujudkan program semacam ini.
Di sisi lain, Disdikbud Kukar juga tengah mempersiapkan inisiatif baru untuk menyambut era digital. Salah satu rencana ke depan adalah peluncuran program Digitalisasi Inovasi Cagar Budaya, yang diproyeksikan mulai dijalankan pada tahun 2026.
“In sya Allah, program ini masih dalam tahap persiapan dan belum saya rilis, jadi mohon bersabar,” ungkapnya.
Program ini nantinya akan menggandeng pihak ketiga untuk mengembangkan platform digital yang menyajikan informasi situs-situs bersejarah di Kukar secara interaktif dan mudah diakses publik.
“Kami ingin warisan budaya kita tidak hanya dilihat secara fisik, tapi juga bisa dijangkau secara digital agar generasi muda lebih tertarik mengenal sejarahnya sendiri,” tutupnya.(adv)



