Disdikbud Kukar Dorong Transformasi Digital Pembelajaran SMP Melalui Chromebook
Oleh Admin2 menit baca1.116 dibaca

Penggunaan chromebook oleh siswa SMP di Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong transformasi pendidikan berbasis digital, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Salah satu fokus utama yang saat ini dikembangkan adalah pemanfaatan perangkat Chromebook dalam proses belajar mengajar di kelas.
Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh, menyampaikan bahwa hampir seluruh sekolah di Kukar telah dibekali Chromebook sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem pengajaran.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi bukan pada ketersediaan perangkat, melainkan kesiapan guru dalam mengoperasikannya.
“Masih banyak guru yang belum terbiasa menggunakan teknologi ini. Kami telah memberikan pelatihan langsung kepada para guru agar mereka bisa mengintegrasikan Chromebook ke dalam proses belajar mengajar,” ujar Emi pada Senin (23/6/2025).
Menurutnya, literasi digital di kalangan pendidik menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan agar teknologi benar-benar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.
Disdikbud Kukar telah menyusun program pelatihan yang tidak hanya membekali guru dengan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong mereka menciptakan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.
“Tidak semua guru memiliki kemampuan digital yang mumpuni. Tapi ini yang kami kejar. Dengan pelatihan-pelatihan seperti ini, kami dorong agar guru tak hanya mampu mengoperasikan Chromebook, tapi juga bisa memanfaatkannya untuk pembelajaran yang kreatif dan interaktif,” jelasnya.
Dalam pelatihan, para guru diajarkan praktik langsung penggunaan Chromebook untuk pembelajaran kolaboratif. Mereka juga diperkenalkan dengan fitur-fitur penting yang dapat menunjang pembelajaran berbasis proyek dan diskusi di kelas.
“Harapannya, guru bisa terus belajar dan makin percaya diri menggunakan Chromebook di kelas,” katanya.
Disdikbud Kukar berharap pemanfaatan Chromebook bisa menjadi pintu masuk ke arah budaya belajar yang lebih dinamis, inklusif, dan menyenangkan. Transformasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan sistem pendidikan dengan karakteristik generasi muda yang akrab dengan teknologi.
“Anak-anak sekarang sudah sangat dekat dengan teknologi. Jadi guru juga harus selangkah lebih maju agar proses belajar jadi lebih relevan dan menarik,” tambahnya.
Menurut Emi, Chromebook bukan hanya soal penguasaan perangkat, melainkan juga bagian dari perubahan paradigma pendidikan yang lebih adaptif.
“Kami ingin guru dan murid sama-sama tumbuh dalam lingkungan belajar yang adaptif. Chromebook hanyalah alat, tapi dengan alat ini, semangat belajar bisa tumbuh lebih kuat,” tutupnya.(adv)



