Gubernur Rudy Harapkan Jalur Longsor Kubar-Mahulu Segera Diatasi
Oleh Admin1 menit baca1.202 dibaca

GUBERNUR Kaltim Dr H Rudy Mas'ud mengaku cukup prihatin dengan kondisi jalan putus akibat longsor di sekitar Kenalung, Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) itu mengalami longsor pada Minggu (13/4/2025) akibat hujan dengan intensitas tinggi di kawasan tersebut.
"Pak Wagub mengirimkan kabar soal jalan putus di Mahulu. Instagramnya sudah menyebar kemana-mana. Tapi terima kasih Pak Kadis PUPR segera meng-handle dan menangani persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat," kata Gubernur Harum saat memimpin briefing rutin setiap hari Senin di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin 14 April 2025.
Gubernur Harum mengingatkan agar lebih diantisipasi potensi-potensi jalan longsor lainnya karena intensitas hujan memang masih sangat tinggi.
"Mudahan-mudahan jalan yang putus itu segera tersambung lagi," harap Gubernur Harum.
Bersama Wakil Gubernur Seno Aji, Gubernur Harum sudah berkomitmen untuk bisa terus meningkatkan kualitas jalan Kubar - Mahulu agar mereka lebih mudah terhubung melalui jalur darat. Direncanakan akhir 2027, jalur itu sudah bisa mulus dilalui.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan jalan longsor yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahulu itu merupakan jalan nonstatus.
Pekerjaan pembangunan ruas jalan di sana dilakukan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) dengan APBN dan juga Pemprov Kaltim melalui APBD.
"Kebetulan ruas yang kemarin longsor itu ruas yang dikerjakan dengan APBN. Itu masih masa pemeliharaan kontraktor yang mengerjakan. Dan mereka bertanggung jawab melakukan perbaikan," ungkap Nanda, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, sementara jalan diperbaiki, para pengguna jalan diberikan alternatif untuk melewati jalur kebun sawit.
Jalan longsor yang diperbaiki tersebut merupakan proyek jalan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2024 dengan sumber dana APBN.(mar)



