Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Polres Kukar Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

Oleh Admin2 menit baca4.783 dibaca

Polres Kukar Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019
BagikanWhatsAppFacebookX

TENGGARONG, Polres Kukar bersama TNI dan , Pemkab Kukar melakukan simulasi pengamanan pemilu 2019 di lapangan Stadion Rondong Demang Jumat (8/2/2019) pagi.

Dalam simulasi ini, puluhan massa dari partai politik diibaratkan hadir mendatangi kantor KPU. Massa dalam simulasi ini, memprotes hasil Pemilu yang dinilai mengecewakan. 

Aksi simulasi ini awalnya dimulai dengan damai dan penuh perdebatan. Namun secara cepat, massa langsung ricuh bergitu hasil diumumkan. Bahkan, massa ini ada yang membawa batu.

Aparat yang bersiaga pun langsung memberikan peringatan pada massa agar tidak bertindak anarkis. Namun peringatan itu diacuhkan, hingga massa semakin beringas  dan mulai menyerang dan menimpuk aparat keamanan.

Tim pertama pengamanan lapis pertama yang merupakan negosiator kemudian mundur berganti pasukan lapis kedua menahan laju pergerakan massa. Tim lapis kedua yang dilengkapi perisai dan tongkat ini menerima serangan massa.

Massa terus berusaha masuk ke dalam kantor KPU, membuat aparat pengamanan harus menurunkan tim lapis ketiga pengamanan. Tim ini muncul membawa peralatan gas air mata dan senjata berpeluru karet.

Kedatangan tim lapis ketiga pun membuat massa semakin terdesak saat kendaraan water canon datang ke lokasi dan langsung menyemprotkan air bertekanan tinggi. Semprotan air itu membuat para demonstran kocar-kacir berlarian.

Petugas pun langsung bergerak cepat mengamankan provokator penyerangan. Kemudian, tim medis bergerak menyelamatkan sejumlah pedemo yang terluka dan menariknya ke dalam mobil ambulans untuk penanganan medis.

"Hari ini melakukan latihan pengamanan dalam rangka meningkatkan kemampuan aparatur keamanan. Baik TNI, Polri, dan instansi terkait dalam pengamanan Pemilu." papar Kapolres Kukar Anwar Haidar .

Awar  menyebutkan dalam latihan simulasi ini, pihaknya mengedepankan sinergitas antara TNI dan Polri, untuk bisa bahu membahu melakukan pengamanan-pengamanan yang diperlukan ketika aksi anarkis nantinya benar-benar terjadi.

"Ini juga merupakan bentuk kesiapan kami dalam mengamankan Pemilu 2019," tambahnya.

Simulasi pengamanan pemilu 2019.  ini yang berlangsung hari ini, diikuti oleh   1200 personel gabungan Polri-TNI , Linmas , Satpol PP, dan lain lainnya.rif/poskotakaltimnews.com

BagikanWhatsAppFacebookX