Kelangkaan Gas Elpiji 3kg di Berau Diakui Imbas Keterlambatan Pengiriman
Oleh Admin2 menit baca1.807 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Kelangkaan gas
Elpiji 3kg di Bumi Batiwakkal ditindaklanjuti Tim Pemkab Berau terdiri dari
Satpol PP, Diskoperindag, Dinas Perhubungan, Kecamatan Gunung juga didampingi
Babinsa dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Berau Dedi dengan melakukan sidak lapangan, pada Rabu
(23/10/2024) .
Kegiatan sidak diawali dari Kantor Kecamatan Gunung Tabur tersebut langsung meninjau salah satu agen penyuplai tabung Elpiji 3kg di PT Semoga Anugerah Jaya (SAJ) berlokasi di Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur. Kemudian lanjut ke Pertamina Jobber Berau yang terletak di Jalan poros Tanjung Batu Samburakat Kecamatan Gunung Tabur.
Dari diskusi bersama terungkap bahwasanya kelangkaan itu terjadi karena terlambatnya pengiriman lantaran salah satu armada pengangkut jatah gas Elpiji 3kg Berau mengalami kerusakan. Supervisor Jobber Pertimana Berau, Andrianus Toban menjelaskan ada dua armada kapal yang menyuplai kebutuhan Berau. Pertama armada Gas Gemilang dan yang ke dua Kapal mitra kerja dari Jobber Berau itu yang mengalami kerusakan, jadi hanya ada satu armada Gemilang beroperasi. Sementara armada ini tidak hanya melakukan membongkar gas di Berau, tapi juga di beberapa tempat lain, seperti di Kukar.
“Inilah kondisi yang terjadi , bila dua armada ini bisa menyuplai kesini tentu tidak ada masalah. Tapi karena hanya saja ada kerusakan ini berpengaruh dengan ketahanan stok elpiji kita,” terangnya.
Kendala lain juga dihadapi dibutuhkannya pandu kapal, dan juga sudah berkoordinasi pada KUPP karena elpiji ini kebutuhan masyarakat agar kapal bisa bergerak kendati tidak di jam operasi bekerja KUPP yakni di jam 5 sampai jam 7.
“Bersyukur sudah didapatkan titik terang untuk ke depan lebih baik lagi. Terkait armada yang rusak dipastikan bulan depan sudah bisa beroperasi lagi, sehingga dipastikan penyaluran distribusi gas ke Berau bisa lancar kembali,” tukasnya lagi.
Sementara itu Aswan Pengawas Lapangan menyampaikan penyaluran terakhir di hari Sabtu dalam setengah hari sebanyak 30 ton, stok juga langsung habis di hari Sabtu lalu. Sesuai planning di hari Minggu sudah masuk, ternyata Selasa kemarin baru masuk di jam 9 dan itu pun bisa operasional di jam 1 siang.
“Kemarin kami upayakan untuk bisa menyerap mengatasi beberapa keluhan atau kondisi di lapangan karena memang sudah panas di lapangan .Kami sampai malam jam 9 malam kami operasional untuk bisa mengupayakan agen ini tersalurkan mudah-mudahan yang disalurkan kemarin ini sudah bisa meredam sedikit Hari ini kita upayakan diangka 43 Ton dari pagi sampai sore,” jelasnya. (sep/FN)



