Bapelitbang Berau Berhasil Lahirkan Inovasi Daerah
Oleh Admin2 menit baca3.063 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Terobosan
Bapelitbang Berau dibawah kepemimpinan Endah Ermany Triariani, berhasil melahirkan Rancangan Proyek Perbahan Inovasi Daerah sudah mendapat persetujuan
kelayakan LAN RI tertanggal 11 Jui 2024 lalu.
Inovasi Daerah bertema percepatan Inovasi Daerah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Berau atau disingkat “Cerianya Berau”. Memuat poin penting untuk perubahan lebih baik lagi baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang dalam mendukung tahapan perubahan strategis, rencana marketing, rencana pengembangan kompetensi organisasi serta potensi kendala dan Resiko.
Kepala Bapelitbang Berau Endah Ermany, menuturkan isu strategis dan permasalahan organisasi peran inovasi daerah dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten promosinya sangat minim, inovasi dan kurang berkualitas. Tentu akan memberikan dampak dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Upaya peningkatan pelayanan publik menjadi kurang maksimal, termasuk menghambat terjadinya daya saing.
“Maka di sini diperlukan percepatan inovasi melalui penyusunan regulasi terkait inovasi membangun. Baik inovasi dan penyedia wadah atau ruang berupa klinik inovasi untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Berau,” jelas Endah Ermany Triariani yang akrab disapa Reni tersebut.
Tambahnya, apa lagi pencapaian penilaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Berau pada 2003 masuk dalam kategori inovatif skor rendah (39,75). Di mana katagori inovatif mempunyai skor indeks Inovasi daerah 35,00 - 60,00. Rangking dalam inovasi Daerah Tingkat Provinsi Kaltim masih menduduki peringkat ke 7 atau ke 4 untuk Katagori Kabupaten.
Termasuk belum memenuhi kriteria keterisian indikator satuan inovasi dalam indeks inovasi daerah , Data tahun 2022 terdapat 23,08 persen indikator tidak terisi dari seluruh inovasi yang dikirim
Menurut Reni sasaran bisa dihasilkan pasca diimplementasikannya program Inovasi tersebut tidak lain , untuk jangka pendek 2 bulan tersusunnya draf akhir rancangan Peraturan Bupati Kabupaten Berau tentang inovasi. Jangka menengah 3 bulan sampai 1 tahun penetapan yakni Peraturan Bupati tentang inovasi bank inovasi terus dapat berjalan berkelanjutan dan dijadikan sebagai wadah dalam menghimpun semua inovasi ASN, pelajar mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat. Sehingga memudahkan dalam mengakses hasil inovasi yang diperlukan klinik inovasi berjalan secara berkelanjutan sehingga layanan konsultasi inovasi dan SDM profesional yang berperan dalam coaching inovasi .
“Jangka panjang 2 sampai 3 tahun terwujudkan Berau maju dan sejahtera dengan sumber daya manusia yang paling handal untuk transformasi ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan memanfaatkan inovasi manfaat internal adalah regulasi yang jelas tentang inovasi adalah dengan terbitnya peraturan Bupati tentang inovasi,” tuturnya lagi. (sep)




