Majukan Pariwisata Kukar, Dispar Berdayakan Forum Asosiasi Mitra Pariwisata
Oleh Admin1 menit baca2.563 dibaca

(Kepala Bidang
Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Triyatma/pic:istimewa)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata berupaya maksimal untuk memajukan dan meningkatkan sektor pariwisata, sehingga jumlah kunjungan wisatawan ke Kukar setiap tahun meningkat.
Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, diharapkan akan berdampak positif untuk
peningkatan ekonomi masyarakat.
“
Selain fokus terhadap peningkatan dan pengembangan wisata, kami juga memikirkan
potensi yang bisa didapat melalui kunjungan-kunjungan wisatawan yang berkunjung
ke Kukar,” ujar Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Triyatma Jumat (8/3/2024) kepada Poskota Kaltimnews.
Ia menjelaskan selama ini Dispar Kukar bersama Forum Asosiasi Mitra Priwisata terus melakukan kerjasama, hal ini selaras dengan kebutuhan pengunjung wisata.
“Agar orang-orang yang berkunjung selain bisa berwisata tetapi juga menginap di Kukar, oleh karena itu kita memanfaatkan penginapan yang ada di Kukar baik tingkat kecamatan maupun kabupaten, tentu tujuanya agar hunian penginapan atau home stay bisa meningkat,” jelasnya.
“Jadi tahun kemarin ada tiga kali, tiap tahun 3-4 kali kami menggelar pertemuan dengan forum mulai dari asosiasi travel,Pokdarwis, pemilik rumah makan, dan penginapan. Kita bertemu untuk membicarakan hal-hal terkait dengan permasalahan terkini yang dikeluhkan teman-teman forum, jadi dibicarakan diforum dan kita terus menjalin komunikasi.”katanya.
Triyatma juga mengatakan terkait hunian yang ada di kecamatan-kecamatan, rata-rata masih terbatas dengan penginapan, oleh karena itu rata-rata rumah warga digunakan menjadi tempat penginapan atau home stay.
“ Karena pengunjung yang datang pasti ingin memiliki kesan yang nyaman mulai dari tempat menginap, makan dan lainnya.” tuturnya.
“ Jadi kami memberikan
pelatihan untuk mengelola home stay kepada penduduk yang menjadikan rumahnya
tempat home stay dan ada kriteria dan standarnya mulai dari wc yang bersih,
tilam dan ranjang yang layak huni. Dan kami sudah memberikan pelatihan ke
Pokdarwis Kota Bangun serta Kedang Ipil,” tutup Triyatma. (adv/*tan)




