Sekda Sri: 2024, Akan Dibuat Desain Besar Transformasi Energi dan Ekonomi
Oleh Admin2 menit baca2.718 dibaca

Sekda Sri Wahyuni
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan, tahun 2024, Pemprov Kaltim akan akan membuat desain besar transformasi energi dan transformasi ekonomi, terkait dengan kesiapan Provinsi Kaltim sebagai mintra Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Undang-undang secara jelas menyatakan, Kalimantan Timur dan provinsi di Kalimantan itu menjadi mitra IKN Nusantara, artinya bukan lagi menjadi daerah penyangga, yang kalau dibutuhkan terkoneksi dengan IKN, tapi sebagai mitra, pihak yang pertama kali menjadi relasi berkoneksi dengan IKN untuk menyuplai kebutuhan supply chats di IKN,” kata Sri Wahyuni saat saat membuka menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Lahan dan Hilirisasi Industri di Kaltim, di Hotel Harris Samarinda, Senin (20/11/2023).
Yang menjadi pertanyaan, kata Sri Wahyuni adalah ketika Provinsi Kaltim menjadi mitra dari IKN, maka apa yang bisa di kontribusikan untuk IKN, apa yang bisa IKN dapatkan dari daerah mitra sesuai, dengan karakter dan prodak serta potensi komoditas yang dimiliki.
“Kalau saat ini, Sulawesi Tenggara dan daerah sekitarnya, itu penyangga yang berkontribusi untuk menyuplai bahan material bangunan IKN, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan itu juga sudah siap menyatakan sebagai daerah penyangga untuk pasokan pangan, yang sebelumnya sudah terkoneksi dengan Provinsi Kaltim,” kata Sri Wahyuni.
Yang juga perlu menjadi perhatian, sambung Sri Wahyuni terkait dengan ketersediaan dan ketahanan pangan, bagaimana kemudian koneksi antara kabupaten kota dengan IKN, ini bisa terpetakan dengan baik, komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, kemudian juga komoditas perdagangan industri dan lainnya,
Di tahun 2024, sambung Sri ketika menginisiasi desain besar untuk transformasi energi dan ekonomi ini, kemudian yang ditangkap peluangnya oleh GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit), yang juga konsen dengan perencanaan untuk pengembangan wilayah sekitar IKN.
“Oleh karena itu, dengan MOU bersama GIZ tahun 2024, kita akan melakukan kajian bersama GIZ dan tentu akan melibatkan kabupaten kota, kita berharap kajian yang nanti dilakukan oleh GIZ, Bappeda Kaltim, akademisi bersama kabupaten kota, itu tidak sepi, tidak kosong dari informasi tentang potensi komoditas, kebutuhan produksi bersama, lokasi dan seterusnya, karena itu saya menganggap bahwa FGD ini menjadi media yang sangat baik bagi provinsi untuk mendapat informasi awal dari peserta kabupaten kota,” papar Sri Wahyuni.(mar)



